Skip ke Konten

AI di Odoo: Apakah Akuntan Akan Tergantikan?

12 Februari 2026 oleh
AI di Odoo: Apakah Akuntan Akan Tergantikan?
Abraham Hermana Putra


AI sedang jadi pembicaraan di mana-mana—termasuk di dunia akuntansi dan ERP. Banyak yang mulai bertanya: kalau Odoo makin “pintar” dengan fitur otomatisasi dan AI, apakah akuntan nanti akan tergantikan?

Jawaban singkatnya: yang tergantikan bukan profesinya, tapi cara kerjanya.

Akuntan yang masih fokus pada pekerjaan manual berulang akan makin tertekan. Tapi akuntan yang fokus pada analisis, kontrol, dan strategi justru akan semakin dibutuhkan.

Di artikel ini kita bahas dengan bahasa yang ringan: AI di Odoo itu melakukan apa, bagian mana yang bisa “menggantikan” kerja manual, dan skill apa yang akan bikin akuntan tetap relevan di 2026 dan seterusnya.


AI di Odoo Itu Sebenarnya Apa?

Banyak orang membayangkan AI seperti “robot akuntan” yang bisa mengerjakan semuanya. Padahal di konteks Odoo (ERP), AI biasanya hadir dalam bentuk:

  • Otomatisasi input (misalnya baca invoice/struk, tarik data, isi field otomatis)

  • Rekomendasi (saran akun, saran kategori, saran vendor/customer)

  • Deteksi anomali (transaksi tidak wajar, duplikasi, pola yang mencurigakan)

  • Ringkasan & pencarian cepat (tanya data, buat summary, bantu eksplor laporan)

  • Workflow cerdas (approval berbasis aturan, notifikasi, reminder otomatis)

Jadi, AI lebih sering berperan sebagai copilot: membantu kerja lebih cepat dan lebih rapi—bukan mengambil alih seluruh pekerjaan akuntan.


Bagian Pekerjaan Akuntan yang Paling Terkena AI (Paling “Otomatis”)

A. Input Data Transaksi (Entry Manual)

Dulu, akuntan banyak menghabiskan waktu untuk:

  • input invoice vendor

  • input expense

  • input jurnal rutin

  • input data pajak

  • rekonsiliasi dasar

Dengan Odoo + otomasi, banyak hal ini bisa:

  • diimpor otomatis

  • ditangkap dari dokumen

  • diproses melalui workflow standar

  • diberi saran akun/kategori

Dampaknya: waktu kerja manual berkurang drastis.


B. Matching & Rekonsiliasi Dasar

Proses seperti:

  • mencocokkan pembayaran vs invoice

  • mencocokkan bank statement vs transaksi

  • menandai transaksi yang sudah settle

Semakin mudah dilakukan karena sistem bisa:

  • mencocokkan berdasarkan nominal, tanggal, referensi

  • memberi rekomendasi matching

  • memunculkan transaksi yang “tidak wajar”

Dampaknya: rekonsiliasi jadi lebih cepat dan minim error.


C. Reporting “Template” (Laporan yang Sama Setiap Bulan)

Laporan standar seperti:

  • Neraca

  • Laba rugi

  • Aging piutang

  • Cashflow ringkas

Semakin otomatis karena data real-time dari modul Odoo yang saling terhubung. Bahkan banyak dashboard bisa muncul tanpa harus Excel lagi.

Dampaknya: pekerjaan “compile laporan” berkurang.


Jadi, Akuntan Akan Tergantikan?

Kalau akuntan hanya berperan sebagai operator input, maka iya—posisi itu akan berkurang.

Tapi akuntan bukan sekadar input. Dalam praktik yang sehat, akuntan itu:

  • menjaga kualitas data (data governance)

  • memastikan kepatuhan pajak & standar akuntansi

  • mengawasi internal control

  • menganalisis laporan dan memberi insight

  • memberi rekomendasi keputusan bisnis

AI tidak bisa menggantikan itu sepenuhnya karena banyak hal membutuhkan:

  • pemahaman konteks bisnis

  • judgement profesional

  • interpretasi regulasi

  • komunikasi dengan manajemen

  • desain kontrol & kebijakan

Kesimpulan:

AI tidak “menghapus” akuntan. AI menghapus kerja akuntan yang manual, repetitif, dan tidak memberi nilai tambah.


Selain implementasi & konsultasi, kami juga menyiapkan produk digital berupa Chat-GPT yang sudah di custom untuk membantu tim Finance/Accounting memastikan 

  1. Pencatatan dan penjurnalan transaksi sesuai PSAK
  2. Penyusunan laporan keuangan (Neraca, Laba Rugi, Arus Kas, Perubahan Ekuitas)
  3. Analisis keuangan & kinerja bisnis berbasis data
  4. Panduan closing bulanan & tahunan yang sistematis
  5. Integrasi konsep akuntansi dengan ERP (khususnya Odoo)
AI di Odoo: Apakah Akuntan Akan Tergantikan?
Abraham Hermana Putra 12 Februari 2026
Share post ini
Blog-blog kami
Arsip