AI sedang jadi pembicaraan di mana-mana—termasuk di dunia akuntansi dan ERP. Banyak yang mulai bertanya: kalau Odoo makin “pintar” dengan fitur otomatisasi dan AI, apakah akuntan nanti akan tergantikan?
Jawaban singkatnya: yang tergantikan bukan profesinya, tapi cara kerjanya.
Akuntan yang masih fokus pada pekerjaan manual berulang akan makin tertekan. Tapi akuntan yang fokus pada analisis, kontrol, dan strategi justru akan semakin dibutuhkan.
Di artikel ini kita bahas dengan bahasa yang ringan: AI di Odoo itu melakukan apa, bagian mana yang bisa “menggantikan” kerja manual, dan skill apa yang akan bikin akuntan tetap relevan di 2026 dan seterusnya.
AI di Odoo Itu Sebenarnya Apa?
Banyak orang membayangkan AI seperti “robot akuntan” yang bisa mengerjakan semuanya. Padahal di konteks Odoo (ERP), AI biasanya hadir dalam bentuk:
Otomatisasi input (misalnya baca invoice/struk, tarik data, isi field otomatis)
Rekomendasi (saran akun, saran kategori, saran vendor/customer)
Deteksi anomali (transaksi tidak wajar, duplikasi, pola yang mencurigakan)
Ringkasan & pencarian cepat (tanya data, buat summary, bantu eksplor laporan)
Workflow cerdas (approval berbasis aturan, notifikasi, reminder otomatis)
Jadi, AI lebih sering berperan sebagai copilot: membantu kerja lebih cepat dan lebih rapi—bukan mengambil alih seluruh pekerjaan akuntan.
Bagian Pekerjaan Akuntan yang Paling Terkena AI (Paling “Otomatis”)
A. Input Data Transaksi (Entry Manual)
Dulu, akuntan banyak menghabiskan waktu untuk:
input invoice vendor
input expense
input jurnal rutin
input data pajak
rekonsiliasi dasar
Dengan Odoo + otomasi, banyak hal ini bisa:
diimpor otomatis
ditangkap dari dokumen
diproses melalui workflow standar
diberi saran akun/kategori
Dampaknya: waktu kerja manual berkurang drastis.
B. Matching & Rekonsiliasi Dasar
Proses seperti:
mencocokkan pembayaran vs invoice
mencocokkan bank statement vs transaksi
menandai transaksi yang sudah settle
Semakin mudah dilakukan karena sistem bisa:
mencocokkan berdasarkan nominal, tanggal, referensi
memberi rekomendasi matching
memunculkan transaksi yang “tidak wajar”
Dampaknya: rekonsiliasi jadi lebih cepat dan minim error.
C. Reporting “Template” (Laporan yang Sama Setiap Bulan)
Laporan standar seperti:
Neraca
Laba rugi
Aging piutang
Cashflow ringkas
Semakin otomatis karena data real-time dari modul Odoo yang saling terhubung. Bahkan banyak dashboard bisa muncul tanpa harus Excel lagi.
Dampaknya: pekerjaan “compile laporan” berkurang.
Jadi, Akuntan Akan Tergantikan?
Kalau akuntan hanya berperan sebagai operator input, maka iya—posisi itu akan berkurang.
Tapi akuntan bukan sekadar input. Dalam praktik yang sehat, akuntan itu:
menjaga kualitas data (data governance)
memastikan kepatuhan pajak & standar akuntansi
mengawasi internal control
menganalisis laporan dan memberi insight
memberi rekomendasi keputusan bisnis
AI tidak bisa menggantikan itu sepenuhnya karena banyak hal membutuhkan:
pemahaman konteks bisnis
judgement profesional
interpretasi regulasi
komunikasi dengan manajemen
desain kontrol & kebijakan
Kesimpulan:
AI tidak “menghapus” akuntan. AI menghapus kerja akuntan yang manual, repetitif, dan tidak memberi nilai tambah.
Selain implementasi & konsultasi, kami juga menyiapkan produk digital berupa Chat-GPT yang sudah di custom untuk membantu tim Finance/Accounting memastikan
- Pencatatan dan penjurnalan transaksi sesuai PSAK
- Penyusunan laporan keuangan (Neraca, Laba Rugi, Arus Kas, Perubahan Ekuitas)
- Analisis keuangan & kinerja bisnis berbasis data
- Panduan closing bulanan & tahunan yang sistematis
- Integrasi konsep akuntansi dengan ERP (khususnya Odoo)